[not] holiday but i was happy

orang di dunia ini siapa sih yang ga seneng sama yang namanya liburan atau hari libur. ada sih, mungkin orang yang sakit pada saat hari libur ataupun terkena musibah pas hari libur but overall orang pasti demen sama hari libur.

sama kayak gw, gw suka hari libur. karena hari itu merupakan hari dimana gw bisa lebih bermesraan dengan kasur ataupun memanjakan diri gw dengan duduk dibawah shower kamar mandi *bukan galau kok ini*.

tapi kali ini liburan gw beda. beda karena gw ga bisa terus-terusan bermesraan dengan kasur atau duduk dibawah shower 12 jam, liburan gw beberapa bulan lalu diisi sama perjalanan bolak-balik turun naik gunung menggunakan sejenis bis metro dan melakukan perjalanan kurang lebih sejauh 2 kilometer tiap harinya *minimal* untuk bisa sekedar say hi sama orang-orang ‘ajaib’ dari berbagai belahan dunia.

dengan kegiatan tiap harinya yang diawali pukul 8 pagi dan akan berakhir pukul 5 sore, mungkin itu kurang pantes untuk disebut sebagai liburan. tapi gw seneng kok.

sebelum gw bertemu dengan orang-orang ‘ajaib’ dari berbagai belahan dunia, biasanya gw harus ngajarin orang-orang ‘ajaib’ lainnya untuk bisa berkomunikasi in general english. begitu baca tulisan bahwa liburan gw diisi sama ngajarin bahasa inggris mungkin ada sebagian yang berpikir “bahasa inggris lo jago dong?”, not really, actually. karena orang ‘ajaib’ yang gw ajarin bahasa inggris ini sudah seharusnya dan sepantasnya mereka bisa berkomunikasi in general english but in fact they don’t even know how to counting in english. yap, counting yang gw maksud menyebutkan angka dalam bahasa inggris. layaknya bocah SD yang belajar menghitung. dan mereka bukanlah anak-anak umur 5-7 tahun tapi udah bapak dan ibu yang umurnya udah ber-kepala 3 atau 4 which means umur 30-40 tahun. bagi gw itu merupakan challenge yang sangat berat. karena mereka ga bisa bahasa inggris dan how can i communicate with them?. karena ini merupakan program volunteer yang telah diorganisir oleh salah satu the big student’s organization in the world, called AIESEC. jadi udah pasti akan ada yang mendampingi gw pada saat gw ngajarin mereka bahasa inggris dan para Organizing Committee dari AIESEC membantu gw dalam menerjemahkan bahasa inggris yang gw sampein. mungkin diawal gw masih merasa hal ini ga akan berguna, karena yang lo tau lebih gampang ngajarin kucing duduk sila dibanding mengajarkan orang tua berbahasa asing. *maaf kalo perumpamaan yang gw pake agak lebay*. tapi diakhir cerita, semua terlihat sangat menyenangkan dan lo ga akan mau berpisah dengan ‘murid-murid’ lo.

abis ngajar bahasa inggris, gw harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk bisa bertemu dengan orang ‘ajaib’ dari berbagai negara di dunia. ada alasan tersendiri kenapa gw bilang mereka ini ‘ajaib’. karena mereka merupakan orang-orang hebat, orang-orang yang mungkin mereka berpikiran seperti gw disaat gw baru aja sampe ke negara labil, Turki, ini. diawal gw merasa it’s really suck and bulshit things to be here. tapi lagi-lagi diakhir cerita, i don’t even want to split up with them. mereka yang awalnya menganggap gw, orang indonesia sebagai weird and stranger people malah menjadikan gw the best friend ever that they had. perasaan yang ga akan pernah bisa gw ungkapin sampe kapanpun.

sebenernya hal yg gw lakuin simpel untuk bisa merubah pemikiran gw akan dunia luar, open your mind and be yourself, memang butuh waktu karena ga ada yang instant di dunia ini even itu mie instant. butuh kesabaran lebih untuk bisa memahami bahwa kejadian ini bukanlah liburan biasa, ini merupakan liburan paling luar biasa yang pernah gw alami selama hidup gw. luar biasa karena liburan kali ini gw harus bangun pagi, ngajar, dan berujung dengan bertemu orang-orang ‘ajaib’ dari berbagai belahan dunia. liburan yang biasanya gw hanya menghabiskan waktu di kasur atau mall dan menghaburkan uang, liburan kali ini gw seperti menemukan hal yang berbeda, yang ga akan pernah gw jumpai kalo gw ga pergi ke negara labil ini, Turki.

bagi sebagian orang mungkin hal yang gw lakuin diatas bisa dianggap bukan liburan karena gw harus bekerja dari pagi sampe sore, tapi dibalik itu, bagi gw itu merupakan liburan terindah yang ga akan pernah gw lupain dan akan menjadi cerita buat anak cucu gw kelak.

 

satu hal yang gw yakini dari pengalaman gw ini, teruslah bermimpi dan berusaha sekalipun mimpi yang lo miliki adalah melubangi batu menggunakan pensil kayu. karena di dunia ini ga ada yang mustahil selama kita yakin dan percaya.

iyi geceler, Endonezya 🙂

It’s just beginning

semua berawal dari mimpi, bahkan manusia yang saat ini tercatat pernah mendarat di bulan berawal dari mimpi.

pernah sekali tebersit pemikiran untuk bisa menjejakkan kaki di tanah eropa, entah untuk apa tujuannya tapi ingin sekali rasanya membawa badan gw ini ke sana. tanpa disangka dan terpikirkan persiapan apa yang harus dilakukan, gw mendapatkan sebuah ‘pengumuman’ akan pergi ke Turki minggu depan. karena menganggap ini adalah sebuah mimpi gw memutuskan untuk bersikap santai dan meng-let it flow-kan saja peristiwa ini hingga gw sadar gw sudah berdiri di depan Bandara Internasional Soekarno Hatta terminal 2 dan siap menuju meja check-in untuk reservasi penerbangan gw menuju Istanbul, Turki.

masih seperti mimpi, seumur hidup gw, ga pernah yang namanya gw naik pesawat sendiri menuju sebuah kota, terlebih kota yang berbeda negara.
tanpa didampingi oleh satupun anggota keluarga gw, akhirnya gw memasuki ruang pemeriksaan barang dan menuju meja check-in. bingung, linglung, dan pusing. pusing bukan karena gw sakit akan tetapi lebih memikirkan hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. ya, gw merantau ke negara orang.

berjalan sendirian menuju ruang tunggu didampingi oleh earphone yang setia memutar lagu favorit gw. melihat sekeliling, tidak ada yang asing. tentu tidak, selama ini terkadang gw pergi bersama keluarga gw ke singapur untuk menjenguk adek gw.
sebelum memasuki ruang tunggu gw memutuskan menelpon bokap yang kebetulan hari itu ga bisa nganter gw. entah, hanya pesan simpel yang disampaikan beliau kala itu “hati-hati ya nak, jangan bandel dan jaga kesehatan”. sebuah kalimat simpel yang sangat berpengaruh selama gw disana.
memasuki ruang tunggu pun, ya gw masih tidak merasa asing. malah disitu gw ngeliat salah satu penyanyi rapper indonesia yang terkenal, saykoji. rasanya pengen foto bareng sih tapi koq ya norak amat. akhirnya gw mengurungkan niat gw.
sekitar setengah jam gw menunggu, akhirnya terdapat suara yang menyatakan bahwa setiap penumpang pesawat harus masuk ke dalam pesawat dan pesawat akan segera diberangkatkan jikalau kursi 4 6 telah penuh *ini angkot apa pesawat di?*
mencari nomer kursi, menaruh tas backpack di kabin dan duduk manis. disitu pun gw masih terheran dan masih seperti mimpi. nyoba menampar diri dan menggigit jari sendiri, sakit. oh, masih nyata. tapi saat itu pikiran gw udah melayang seakan hanya tubuh gw yang berada di dalam pesawat THY 0067, kursi 6A.
setelah menunggu pun akhirnya gw disadarkan dengan suara seorang lekaki agak tua “take off position”. wow, udah mau lepas landas. sesaat setelah lepas landas, gw memandangi city light kota jakarta dan akhirnya gw berucap dalam hati “selamat tinggal jakarta, indonesia, see you soon”.

selama di pesawat gw ditemani oleh mbak-mbak leader sebuah tour travel. sebenernya ga ditemenin dalam makna sebenernya, wong dia cuma diem malu tanpa berkata, tapi secara kebetulan dialah yang duduk sebelah gw, jadi gw bisa menyebut si mbak X ini menemani gw. untungnya agak kurang cantik kalo engga udah dapet no handphone, alamat rumah sama nama mantan pacarnya kali.

diperjalanan yang menghabiskan waktu kurang lebih 12-13 jam ini, gw pun masih seperti linglung, tidak fokus. karena gw baru menyadari, sekarang gw berada di pesawat asing which is pramugari/a akan berbicara menggunakan bahasa inggris, biasanya untuk mesen air putih aja gw minta tolong adek gw buat mintain dan sekarang? yang jelas gw ga mungkin minta tolong sama mbak X sebelah gw.
ngeh lainnya adalah disaat gw berusaha untuk menghibur diri untuk menonton film, gw juga baru sadar bahwa pesawat asing tidak akan pernah atau jarang menyediakan subtitle bahasa indonesia. secara ga langsung gw harus mengerti apa yang dibicarakan si pemeran film dengan menggunakan bahasa inggris sedangkan kegiatan sehari-hari gw di rumah sebelum berangkat adalah menonton acara tv dan acara yang sering gw tonton adalah laptop si unyil atau ipin upin.

hal lainnya yg membuat gw masih berkeyakinan ini mimpi adalah ini pengalaman pertama kalinya pantat gw keram. ya keram, bisa lo bayangin duduk terus menerus tanpa henti selama kurang lebih 12-13 jam. terkadang ‘mereka’ atau pantat gw butuh oksigen dan mereka juga butuh mengeluarkan ‘karbondioksida’ mereka yang merupakan penghalusan makna dari kentut. nasi sudah jadi nasi goreng, gw ga bisa berbuat apa-apa. untuk memberikan ‘mereka’ oksigen otomatis gw butuh berdiri dan membuka celana gw. secara gw berada di pesawat which mean transportasi umum, tidak mungkin gw bertindak senonoh dengan ‘naked’ didepan orang banyak, terlebih lagi orang yang duduk disebelah gw merupakan mbak-mbak. dan ketika gw ingin mempersilahkan ‘mereka’ untuk membuang ‘karbondioksida’, itu pun gw tahan-tahan. alasannya hanya satu, gw ga mau mendarat kalo bukan di Istanbul. simpel.

perjalanan pertama sendirian gw yg belum apa-apa sudah membuat segenap cerita.

penahanan pun terlepas setelah akhirnya gw mendengar suara yang kalo gw artikan ke bahasa indonesia “sebentar lagi kita sampe Istanbul, semuanya harap bersiap-siap”.
setelah mendengar suara itu, gw memutuskan untuk melihat ke arah luar jendela, gw pengen tau sebenernya Turki itu negara yang seperti apa. jam yang ada dipesawat menunjukkan pukul 05.45 waktu setempat dan yang terbayangkan oleh gw adalah sudah adanya cahaya matahari diluar sana, tapi nyatanya….lebih indah dari melihat sunrise, pemandangan city light negara Istanbul dari atas pesawat sungguh sangat menakjubkan. luar biasa. dikala melihat pemandangan itu, gw hanya bisa berucap dalam hati “alhamdulillah, mimpi gw, eropa, selamat datang turki”

turun dari pesawat, gw merasa lebih tercengang lagi dan merasa ini mimpi. semua sign menggunakan bahasa inggris dan tentunya bahasa turki yang gw gatau persis apa artinya, untungnya ada bahasa inggris.
hal lain yang gw takutkan ketika memasuki negara orang, gw pernah punya pengalaman kurang menyenangkan dengan bagian imigrasi. sekitar 7-8 taun yang lalu gw pernah dituduh membawa narkoba sama salah satu polisi imigrasi negara malaysia. untungnya saat itu gw pergi bersama ortu, jadi ya merekalah yang menyelamatkan gw. tapi saat ini, gw sendiri dan butuh waktu lama jika terjadi sesuatu sama gw dan ortu gw harus menyusul. akhirnya dengan muka sok imut dan sok ganteng, gw memberanikan diri untuk menuju meja pemeriksaan imigrasi. yang terjadi..gw lolos, gw ga dituduh macem-macem, gw berhasil masuk turki. di visa gw terpampang jelas stempel tanggal gw masuk turki dan gw mulai sadar secara perlahan bahwa ini bukan mimpi, ini nyata, gw berada di tanah eropa, Turki, Istanbul. Alhamdulillah 😀

tapi hal yang tertulis diatas, itu bukan akhir dari kegembiraan dan kesedihan gw selama disini, akan ada banyak cerita (tak terduga) yang susah untuk dilupakan selama 2 bulan gw di Turki.
sebelum lanjut ke cerita selanjutnya, gw hanya ingin mengucapkan

günaydın! merhaba türkiye 🙂