Negara Labil

Selamat pagi..

gw sedikit mau cerita pengalaman gw pergi sendirian ke luar pulau jawa. dengan persiapan seadanya akhirnya gw sampe juga di bandara Internasional Soekarno Hatta. hanya ditemanin dengan nyokap dan adek gw, akhirnya gw memutuskan untuk berangkat merantau. bukan ke Bandung, Bali, bahkan Raja Ampat, tetapi sebuah negara yang berada di kawasan timur tengah bukan dan eropa bukan. YA, Turkey.

Perjalanan yang menghabiskan waktu 15 jam ini membuat gw sulit membedakan mana pantat gw dan mana kursi gw.  selama perjalanan gw duduk sebelah mbak-mbak (kayaknya) berprofesi sebagai Tour Guide suatu perusahaan pariwisata di Jakarta. Sayangnya, selama perjalanan gw ga bertukar nomer handphone dengan si mbak Tour Guide ini. kan lumayan kalo punya koneksi orang travel, siapa tau dibayarin biaya tiket pulang.

ketika pesawat akan mendarat di Istanbul Atatürk Airport, gw melihat ke arah luar suasana masih gelap padahal jam tangan gw menunjukkan pukul 06.15 waktu setempat. pemandangan yang sangat indah melihat negara mayoritas beragama islam ini dari atas pesawat.

setelah mendarat dengan selamat dan melewati urusan imigrasi, gw mencari letak belt bagasi gw. sebelum pergi untuk mengambil koper, gw teringat akan cerita bokap dimana dia harus membayar 1juta TL (Turkish Lira) untuk menyewa kereta dorong. Jangankan 1juta, 1000 pun gw punya. tapi dengan modal nekat gw berusaha ‘mencuri’ kereta dorong. layaknya orang kampung masuk kota, gw kebingungan mengambil kereta dorong yang di rantai satu dengan lainnya. Seperti malaikat, seorang ibu mendekat ke arah gw dan dia memasukkan koin ke alat yang tertempel di kereta dorong itu dan seketikan gw bisa menarik kereta itu. cuma bermodal ‘thank you’ gw berterima kasih kepada si ibu malaikat itu dan dia membalasnya dengan senyuman. kesadaran gw akan harga penyewaan kereta dorong itu dari 1juta TL menjadi sebuah koin 1 TL dibangun dari pembacaan gw akan berita dimana negara Turki melakukan redominasi jumlah angka 0 pada mata uang, dari 1juta TL menjadi 1 TL.

menunggu hampir 45 menit akhirnya koper gw keluar dari belt. ingat dengan email yang dikirim oleh panitia AIESEC, gw disuruh menunggu di starbuck jikalau sudah smp akhirnya gw memutuskan untuk menunggu di starbuck sambil mencari area free wifi dan tentunya di starbuck gw bisa mendapatkan wifi free (tapi harus beli minuman disitu yang harganya….. #pingsan)

setelah membaca email, ternyata gw memang harus menunggu di starbuck dan akan bertemu dengan Organizing Committee yang bernama Enes. karena gw bosen menunggu, gw memutuskan berjalan-jalan. menukarkan mata uang, mencari SIM card untuk handphone gw serta mencari tau cara untuk bisa ke Kocaeli, kota tempat gw akan tinggal selama 6 minggu di Turki.

hampir sejam gw menunggu akhirnya Enes pun datang. berbincang dan bertukar pikiran akan negara masing-masing, darisitu gw tau juga bahwa terkadang hidup di negara empat musim tidak seenak dan senyaman yang dibayangkan. diperbincangan tersebut terlihat 2 orang mahasiswa yang saling bertolak belakang dimana gw sangat mendambakan bisa menginjakkan kaki di tanah eropa dan Enes sangat mendambakan bisa berjemur atau bermain di negara tropis, contohnya Indonesia.

dari perbincangan tersebut jugalah gw baru tau ternyata negara Turki ini tidak jelas keberadaannya. itu dikarenakan letak negara ini yang berada di dua benua, Asia dan Eropa. walaupun hanya 1/16 dari negara ini yang masuk benua eropa tapi mereka ingin diakui sebagai europeunion dan tidak mau diakui sebagai negara timur tengah. sampe detik ini, masyarakat sekitar pun masih labil, pada saat gw bilang “alasan pergi ke turki karena mau ke tanah eropa” mereka bilang “ini bukan tanah eropa”. dan disaat gw bilang “jadi negara kalian masuknya negara timur tengah?”, mereka menjawab “kami bukan orang timur tengah”.

ya begitulah sebuah negara berkembang yang keberadaan dirinya pun sedikit banyak masih dipertanyakan. tapi disitulah serunya berdiri di negara ini, negara labil. mungkin dengan ‘kelabilan’-nya gw akan menemukan hal-hal menarik. semoga.

Salam hangat dari Negeri Seberang.

görüşürüz🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s