waktu yang terbang.

Terinspirasi dari isi timeline twitter dan menyadari hal yg terkadang suka kita lupakan, waktu.

Kegiatan yg paling orang sering lakukan disaat menantikan sesuatu adalah berinteraksi dengan social media. Bahkan untuk menantikan jodoh orang lebih sering nge-twit mempromosikan dirinya dibanding mejeng/tebar pesona di mall.

Kebetulan gw lagi menantikan sesuatu (bukan jodoh) dan sedang berinteraksi dengan salah satu social media yg berlambang seekor burung. Lagi asik memperhatikan timeline, akhirnya gw menyadari ‘koq isi timeline gw berkisar antara kerjaan, pekerja, dan nikah’. Dibenak gw kayaknya baru kemarin belajar kalkulus (mata kuliah) sekarang harus udah mulai belajar mengendalikan pengeluaran dan pemasukan demi masa depan.

Gw mulai menyadari bahwa gw bukanlah lagi anak kuliahan yg bisa ngiler pas lagi tidur ataupun ngompol ketika melihat pocong.

Waktu yg berlalu begitu cepat menuntut gw untuk berpikir ‘jadi apa gw 4-5 tahun lagi’. Temen gw pun seperti sudah memulai mencari jalan hidup mereka. Ada yg berkarir di dunia kerja, ada yg senang dengan hobinya, ada juga yg jadi businessmen/entrepreneur.

Jarang sekali terlihat kalimat-kalimat ‘aduh tugas banyak, aduh bsk UAS’, akan tetapi lebih banyak dengan ‘aduh kapan nih pulang?, masuk di hari sabtu itu sesuatu, asiik awal bulan!’ bahkan ada yg berbunyi ‘Alhamdulillah, sudah sah menjadi sebuah keluarga’.

Tanpa kita sadari waktu 4 tahun bahkan 20 tahun merupakan perjalanan waktu yg singkat. Mungkin kalo kita liat foto masih bayi kita akan berpikir ‘perasaan dulu masih pake popok skrg udah makein popok anak sendiri’ (kasus jika yg udah nikah dan punya anak).

Semua berubah sedemikian cepat. Waktu terasa berlalu begitu saja tanpa ada peringatan.

Sejarah hanyalah tinggal sejarah. Percepatan waktu membuat kita harusnya sadar bahwa waktu itu sangat berharga dan dengan menghargai waktu secara spontan pasti kita akan benar-benar memanfaatkan waktu walau sedetik.

Hargailah dan gunakanlah waktu sebaik-baiknya atau waktu yg akan menghargai kita dengan penuaan yg tanpa guna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s