Hubungan Jarak Jauh.

selamat dini hari dan kembali lagi si Ide keluar di malam hari yang dingin.

sedikit ingin men-sharing tentang sudut pandang gue dengan ‘Long Distance Relationship‘ atau Hubungan Jarak Jauh.

sebenernya tulisan ini terinspirasi dari seorang cewe yang berada di luar negeri which is philippine dan untuk saat ini, orang yang bernama Annisa itu merupakan pacar gue.

gue ga akan ceritain detail kenapa koq tiba-tiba dia bisa berada di negara seberang sana. TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kah?TKW (Tenaga Kerja Wanita) kah? Kuliah? Sekolah? Travelling?. ga akan penting-penting banget dia sedang apa dan bagaimana bisa sampai sana karena ya gue bukan mau menceritakan gimana dia kesana tapi gue mau sharing tentang kisah dan pelajaran yang dapat gue ambil dari hubungan gue dengan Annisa, LDR!. kalo ada yang menyangka ini LDR yang gue maksud ‘Long Dick Reduction’ itu SALAH BESAR!.

oke, fokus.

berhubungan dengan orang yang kita sayang merupakan sesuatu yang tak harus tapi merupakan kebutuhan. disaat tertentu pasti kita mau tau tentang kabar si doi, apa yang sedang dia lakukan, apakah dia baik-baik saja. yap, itu yang gue rasakan. masalah utama disini adalah ‘apakah gue dapat mengetahui hal-hal yang gue sebutkan secara langsung dan instant?’. TIDAK!
kalo lo hanya berbeda kota atau bahkan berbeda pulau tapi masih dalam 1 negara tercinta, yakni Indonesia, lo masih bisa dengan mudah menghubunginya walaupun jika lo terpisah dengan si doi dan dia berada di tempat yang susah sinyal. seburuk-buruknya lo masih bisa menyusul dengan budget yang masih dibatas wajar. sedangkan, kalo si doi berada dibelahan dunia lain atau dalam artian berbeda negara, apakah mudah untuk menghubunginya?kalo pun terjadi sesuatu apakah dengan mudah lo menyambangi si doi?.

ini yang sedang gue alami. gue terpisah benua dan lautan dengan pacar gue. gue dan dia sama-sama saling khawatir dengan keadaan kita masing-masing. masa dimana ketidaknyamanan akan adanya ‘orang lain’ yang mendekati atau mengambil hati pacar gue, ada, walopun dihati yang paling dalam. bahkan untuk saat ini, pepatah yang menyebutkan ‘akan kuarungi samudra untuk menemukan cintaku’ bisa gue bilang hal yang bulsh*t!. bingung, khawatir, takut. ya itu yang gue rasakan. berusaha memendam agar terlihat lebih tegar. gagal.

secara random, timbul pemikiran yang aneh-aneh. untuk hal ada yang mengambil hati dia, gw berusaha yakin dan percaya kalo dia ga akan mengkhianati ‘janji’ dikala itu. hal yang lebih khawatirkan adalah disaat dia sakit ataupun terjadi sesuatu seperti, barang dia yang hilang, tidak menemukan sesuatu barang yang benar-benar dia butuhkan, dsb. ga akan ada yang bisa lo perbuat selain memberikan saran, saran, dan saran.

dibalik pemikiran itu, ternyata setelah gue tau, dia juga memikirkan gue. bertanya akan kabar gue setiap harinya dan jika gue sedikit ‘salah’ dalam menceritakan keseharian gue disini, dia bisa menjadi sangat ngambek. dia pernah bilang merasa ga nyaman dengan keberadaan gue yang jauh dari dia. dia merasa sama dengan apa yang gue rasakan ‘apakah hati gue (Annisa) akan terus dijaga oleh Aldi (gue) tanpa mengkhianatinya?’. belum lagi hingga saat ini, gue belum pernah mendengar suara dia berbicara langsung, voice call, sama gue. rasa kangen yang berlebihan pun terjadi. kalo aja jarak bandung – philippine sedekat Dayeuh Kolot – Geger Karlong, mungkin bisa gue samper dia setiap harinya, tapi ini engga. jauh dan butuh biaya yang ga murah.

sudah 2 minggu lebih menjalani hubungan Jarak Jauh ini dan gue sama dia mempunyai keyakinan ‘kalo bisa melewati hal ini hingga 4 minggu ke depan, kita yakin pasti akan ada sesuatu yang membuat kita saling menghargai, menyayangi dan tidak ada lagi rasa tidak percaya satu sama lainnya’.

ketika ada seorang yang hanya menjalin hubungan Jakarta – Bandung ataupun Jakarta – Bali. selama masih dalam satu negara, tidaklah susah untuk bertegur sapa apalagi dengan adanya teknologi bernama handphone. jika kangen pun akan dengan sangat mudah menyambangi. dan tidak perlu biaya mahal. tapi, gue, seperti yang gue bilang, gue belum denger suara dia (Annisa) bahkan untuk bertukar surat aja udah gue kirimin 20 merpati pos disana tapi ga ada satupun yang balik lagi ke gue. mungkin mereka udah menjadi merpati panggang oleh para bajak laut di samudra sana.

tapi,menurut gue ga akan ngaruh juga sih sebenernya kalo lo cuma baca tulisan ini. bahkan lo bisa dengan mudahnya berpikir ‘manja banget sih si Aldi ini, baru ditinggal di philippine selama 6 minggu aja, galau’. tapi silahkan kalian rasakan sendiri sensasinya, kalo lo bisa bertahan selama 2 minggu saja tanpa galau gue acungin 4 jempol, sama jempol kaki gue.😀

bagi gue saat ini pun, kata atau kalimat Long Distance Relationship itu menjadi punya syarat tersendiri. tidak hanya Jakarta – Bandung yang hanya berjarak kurang lebih 200 kilometer yang saat ini bisa ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi roda 4. ataupun Jakarta –  Kalimantan yang bisa ditempuh kurang lebih 3-4 jam perjalanan menggunakan pesawat dan dengan biaya yang relatif murah*. menurut gue, setelah menjalani hubungan Jauh, Bandung – Philippine ini baru yang bisa disebut hubungan jauh. hubungan yang terpisah oleh benua dan samudra akan tetapi kalian sanggup bertahan dalam jangka waktu satu setengah bulan tanpa berakhir dengan putusnya hubungan lo dengan si pacar.🙂

keterangan * : dengan harga tiket promo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s