Motivasi Malam Ramadhan

selamat malam dan dini hari..
seperti biasa gw meng-update blog dikala orang sedang asik bermimpi, dikala orang sedang asik memanjakan badan mereka dengan kasur masing-masing..

mungkin banyak yang bertanya tentang apa yang gw lakukan sih jam segini (di jam kamar gw menunjukkan pukul 01.15 a.m). kalo hari-hari sebelumnya gw memang tidak melakukan apa-apa. secara tidak sengaja ada ide yang perlu dituahkan dalam bentuk tulisan sehingga gw memutuskan untuk menulis di blog kesayangan gw ini.

tapi kali ini, hari ini berbeda. gw sedang melakukan revisi Tugas Akhir dan berhubung nanti ingin mengobrol dengan pacar gw, gw memutuskan untuk tidak tidur sebelum waktu sahur datang.

ketika lo sedang melakukan sesuatu dan merasa sesuatu itu lebih bagus dari sebelumnya maka ada keinginan untuk merubah sesuatu itu. simpelnya, ketika hasil revisian Tugas Akhir lo lebih bagus dari sebelumnya, terpikirkan untuk mengulang kembali prosesi sidang Tugas Akhir. mungkin ini bukan buat lo, tapi lebih ke diri gw, dimana gw merasa hasil revisian gw saat ini jauh melebihi bagus dibandingkan pada saat hari sebelumnya saat gw “terbantai” pada prosesi sidang Tugas Akhir. sedang beristirahat sejenak sembari memikirkan beberapa hal yang memaksa gw untuk melihat kebelakang, memaksa gw untuk berjalan mundur, gw memutuskan untuk membuka salah satu social media.

digalaukan dengan ingin berjalan mundur, gw berusaha menghilangkan pemikiran itu dengan melakukan kegiatan surfing pada social media yang telah gw buka. melihat news feed dan seketika mata gw terfokus pada satu posting dari salah satu dosen yang cukup gw kenal. beliau mem-posting ucapan selamat kepada mahasiswa kampus gw yang telah melakukan prosesi Wisuda bulan Juli tahun 2012. dilihat sepintas, hanya seperti ucapan Selamat ataupun happy Graduation pada umumnya tapi pepatah bilang “Don’t judge a book by cover” dan itu benar adanya. ternyata dibalik ucapan Selamat dari dosen gw, ada pesan yang cukup panjang sehingga membuat gw sedikit penasaran untuk mengetahui isi pesan tersebut.

sekilas pesan tersebut cukup panjang, terdiri dari 5-6 paragraf. semacam mendapat anugrah untuk membaca pesan tersebut, akhirnya gw memutuskan untuk membaca. hanya dengan menggunakan metode “membaca koran” gw menemukan beberapa point penting dipesan ini dan seketika membuat pemikiran gw untuk mundur terhenti sementara. pesan itu mengingatkan akan kegalauan gw di hari H. gw baca perlahan, gw telaah, dan semua ucapan itu benar adanya seperti orang-orang bilang pada umumnya, dimana pada dunia kerja nanti kita, gw, dan lo ga akan bisa membedakan orang yang cumlaude ataupun tidak. semua layakanya bayi yang baru brojol dari perut emaknya, suci, bersih, dan tidak ada noda sedikit pun.

berikut adalah kutipan pesan yang cukup singkat tapi bermakna dari seorang Dosen Hebat di kampus gw :

Dear para wisudawan/i IT Telkom periode Juli 2012 yang berbahagia,

Kami keluarga besar CDC mengucapkan selamat wisuda kepada kalian semua 🙂
Ada 3 pesan yang ingin kami sampaikan kepada kalian (2 pesan pertama diantaranya adalah titipan dari mas Gus Sophian alumni IF 93 dan 1 lagi merupakan fakta yang CDC temukan 3 tahun belakangan).

Pesan 1:Kesuksesan di dunia kerja tidak berkolerasi dengan kesuksesan kalian dulunya di perkuliahan. Sudah banyak contoh alumni baik di Industri Telco, IT atau pemerintahan yang ketika kuliah biasa-biasa saja atau malah sangat jelek performansinya, ketika di dunia kerja/karir malah melejit :-). Pesan moralnya adalah lupakan semua kesuksesan atau ketidak suksesan kalian di dunia kerja, ketika kalian jadi alumni ya kalian mulai dari 0 lagi. Adapun skillset yang menentukan di dunia kerja adalah kemauan untuk tampil di depan, mengambil inisiatif, integritas, loyalitas dan yang paling penting kemandirian belajar meningkatkan kompetensi serta daya juang.

Pesan 2: Sebagai fresh graduate, jangan membranding harga diri kalian terlalu tinggi. Sebagaimana yang pernah dan sering diucapkan para alumni senior,”Skill apa sih yang anda punya sbg fresh graduate sehingga minta harga tinggi ?” Sikap sbg fresh graduate yang bagus adalah tidak mengejar salary atau take home pay.. tingkatkan dulu kompetensi anda pada beberapa siklus projek teknikal. Setelah anda melewati beberapa teknikal projek itu dan mengalami peningkatan kompetensi maka harga
diri anda akan meningkat juga 🙂

Pesan 3: Tingkatkan kepercayaan diri kalian ketika kalian dicemplungkan di komunitas kerja yang beragam (ada alumni dari banyak perguruan tinggi tidak hanya ITT saja). Pada awal tahun 2012, Ericcson melakukan rekrut di CDC IT Telkom. Salah satu tahap tes terakhir adalah Focus group Discussion (FGD). Topik FGD kali ini adalah tentang Outsourcing di China dan India. Peserta tes 50an ITT dan ada sekitar 8-10 alumni ITB. Alumni ITT yg ikut tes kebetulan sudah experienced 1 tahun di industri dan aku tahu mereka softskillnya bagus juga. Alumni ITB fresh graduate. Pada pelaksanaannya 60 org ini dibagi atas grup kecil dan otomatis 1 grup beranggotakan maks 10 orang
dengan komposisi ITT 8, ITB 2. Di setiap grup yang terjadi adalah diskusi didominasi alumni ITB. Mereka memegang kendali arah diskusi. Padahal kalau aku lihat mereka tdk selalu benar dalam mengemukakan pendapat, banyak juga pendapat yang ngawur. Tapi karena PD mereka tinggi, walaupun ngawur tetap kelihatan keren :-).
Kenapa itu semua terjadi ? secara hardkill, alumni kita yang ikut FGD lebih experienced, softskill mereka juga bagus. Tapi kekurangan alumni kita adalah tidak berani outspoken (banyak atau berani ngomong) di lingkungan yang sudah bercampur (tidak murni anak ITT saja). Alhasil, semua alumni ITB dipanggil interview user, sedangkan beberapa alumni ITT gugur :-(.
Oleh karena itu, kami mengusulkan kepada fresh graduate juli 2012 ini untuk meninggalkan semua sikap diam, pasif, tunggu dulu. Gantikan lah dengan sikap aktif, berani memulai diskusi, berani ngawur dan aktif memegang kendali.
Ingat, kalau di perkuliahan atau ketika mengerjakan tugas akhir kita harus melakukan semuanya atas dasar riset ilmiah / paper /text book. Tapi, ketika kalian diminta untuk bergabung di dalam tim dalam melakukan pekerjaan, maka sekalipun kalian baru membaca beberapa halaman ttg sebuah topik beranikanlah diri kalian untuk memulai mendominasi tim tsb.

Tips dari CDC biar PD kalian meningkat: tingkatkan kompetensi IT / Telco anda, perbanyaklah bergaul dengan komunitas non ITT, bacalah biografi orang2 yang mendominasi tim, menggerakkan tim kayak buku biografi steve job misalnya. Dan pelajari tipe kepribadian kalian. Apakah kalian termasuk orang Dominant, Influence, Steady atau Compliance? setiap tipe punya cara sendiri dalam menggerakkan tim.

Sekian adik2, hanya 3 pesan itu yang kami bisa berikan. Doa kami, semoga kalian bisa mengharumkan nama almamater IT Telkom di dunia karir dan tunjukkanlah kepada dunia industri bahwa alumni IT Telkom adalah yang terbaik di bidang IT dan Telco !
Jayalah IT Telkom !

Trims.
Kemas Rahmat SW dan CDC IT Telkom

setelah membaca pesan diatas, keyakinan gw untuk maju kembali bangkit. rasa percaya diri yang tinggi kembali tumbuh dalam diri gw saat ini, gw merasa siap untuk masuk ke hutan belantara kehidupan. tidak masalah tulisan ataupun hasil revisi Tugas Akhir gw jauh lebih bagus dari sebelumnya. bagian terpenting saat ini bukanlah kita mengenang masa lalu dan terus menyesalinya, akan tetapi jadikanlah masa lalu sebagai bahan pembelajaran hingga tidak terulang di masa yang akan datang.

sebuah pesan singkat dari seorang Ayah “Tidak masalah apapun hasilnya, perbaiki saja kesalahan yang ada dan jadikan pembelajaran serta bekal untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, dunia tidak akan hancur ketika kamu gagal di 1/1000 bagian kehidupan”. ya Dunia ini Memang Terlalu Indah untuk Disesali.

Selamat Malam Kawan 🙂

Advertisements

ego.

Selamat Pagi dan salam Olahraga!

sebelum nulis, gw mau bilang ALHAMDULILLAH, i got my bachelor’s degree 🙂 perjuangan selama 4 tahun terbayar sudah. naik turun, asam manis di kampus udah gw rasakan, mulai dari fase sangat seneng dan sangat sedih yang membuat gw ingin bunuh diri.

pada tulisan ini gw sedikit ingin berbagi pengalaman tentang sebuah ke-egoisan diri gw, terutama selama gw menuntut ilmu disalah satu perguruan tinggi swasta di bilangan Bandung.

kuliah, awalnya gw merasa dibangku kuliah merupakan tempat untuk mendapatkan teori relativitas akan seorang mahasiwa yang tertidur di kelas ataupun probabilitas mahasiswa akan dateng ke kelas pada saat musim hujan, tapi nyatanya engga sama sekali, makin mendekati kelulusan justru yang gw dpt bukanlah hanya sekedar teori relativitas ataupun probabilitas, gw mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga di bangku kuliah karena menurut gw universitas merupakan tempat nyaman terakhir sebelum lo masuk ke hutan belantara kehidupan. tsah.

jujur gw merupakan tipe anak yang pendiem, tenang seperti air, makanya gw keterima kuliah yang kampusnya dipinggir sawah. tipe anak pemalu yang malu-maluin sih. selain itu juga gw merupakan orang yang sedikit keras kepala, jadi untuk menanganinya terkadang kepala gw harus diketok palu dulu baru agak bener. karena beberapa hal, gw juga menjadi bersikeras buat meng-achieve cita-cita gw. ga peduli berapa jalan atau cara yang harus gw lakukan, gw akan terus berusaha dengan giat dan sungguh. kesan pertama, gw melihat diri gw sebagai orang yang pekerja keras tapi setelah ditelaah lebih lanjut, semuanya salah, gw bukan tipe orang yang seperti itu ternyata, kerjakeras merupakan pencitraan dari diri gw aja, diri gw sebenernya adalah Orang yang Egois.

egois. egois dalam artian gw ingin membuat orang-orang dilingkungan seneng dan bangga sama gw dan ga mempedulikan diri gw yang makin sakit. gw lebih memilih diri gw yang sakit daripada orang lain. gw terlalu takut kehilangan orang-orang disekeliling gw. gw ga bisa untuk ‘open minded’ dan ‘open eyes’ dengan orang baru.

dalam kasus disini, gw ga bisa ‘open eyes’ bukan karena gw sipit ya.

jadi gw takut berkenalan dengan orang baru, takut menunjukkan siapa sih diri gw sebenernya ke orang baru. itu yang membuat gw terus ‘keep’ semua orang yang sekarang udah berada dilingkungan gw. padahal ga semua orang akan meninggalkan lo pada saat lo jahat. ibaratnya, maling dan pembunuh aja masih punya temen, ya kenapa gw juga harus takut kehilangan orang orang disekeliling gw saat ini. orang itu akan lebih baik menjadi dirinya sendiri, jangan terlalu berlindung dibalik topeng manisnya. kalo emang orang-orang disekitar lo peduli lo,sayang sama lo, mereka ga akan meninggalkan lo gitu aja tanpa sebuah alasan koq 🙂

butuh waktu 4 tahun bahkan lebih dan pengalaman yang tidak sedikit untuk mengetahui siapa diri lo sebenernya. pengalaman yang didapat pun bukan pengalaman yang manis aja bahkan pengalaman terpahit harus lo rasakan untuk bisa tau siapa diri lo sebenernya. saat ini pun gw merasa masih kurang tau siapa diri gw sebenernya. ini baru satu sifat dari sekian banyak sifat gw yang gw miliki.

banyak pengalaman ke-egois-an gw yang telah gw lewati smp akhirnya gw ngeh dan menyadari kalo gw itu ternyata orangnya egois.

pertama kalinya gw merasa egois adalah ketika gw duduk di tahun ketiga bangku SMA dan ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. ada satu PTN favorit yang memang ingin gw capai,ingin rasanya duduk dan menuntut ilmu dibangku kuliah PTN tersebut. berbagai cara gw lakukan. duit gw hamburkan hanya untuk memperoleh atau diterima sebagai mahasiswa PTN tersebut. 4 kali mencoba dan gagal semua. sedih dan merasa sudah berkorban banyak yang bisa buat gw menghentikan percobaan itu.
karena sudah mendekati waktu taun ajaran baru, dengan sangat terpaksa gw mengikuti tes masuk PTS kampus yang sekarang gw duduki serta PTN favorit lainnya yang gw agak kurang tertarik kesana. bermodal nothing to loose dan pemikiran akan menganggur selama satu taun kalo gw ga dpt kuliah,akhirnya gw jalani tes itu. sungguh kekuasaan Tuhan, gw lulus di 2 tes tersebut, gw keterima di PTS favorit dan PTN favorit. shock bukan main dikala itu, gw ga prepare apa-apa dan keterima, padahal diujian PTN sebelumnya gw sungguh sangat mempersiapkan dan gagal.

keterima, seneng dan bangga, akan tetapi tetep, dikala itu gw menyalahkan orang tua gw karena tidak mendoakan gw untuk keterima di PTN yang gw inginkan. gw anak durhaka. 😐

dengan hasil tersebut gw memutuskan untuk mengambil PTS yang ada dibilangan Bandung, karena PTN yang gw keterima juga itu ada dibilangan Jakarta dan ada beberapa alasan juga yang menyebabkan gw memutuskan untuk kuliah di Bandung.

disatu sisi gw memang gagal membuat (beberapa) orang seneng dengan pencapaian gw untuk bisa duduk dibangku PTS ini, tapi di dunia luar sana, outside my comfort zone lebih banyak lagi orang yang bangga dan seneng dengan pencapaian gw, banyak yang iri sama gw padahal gw merasa masuk PTS ini ya biasa aja, gw merasa (diawal) ga ada yang bisa dibanggain dengan masuk PTS ini. tapi nyatanya?. ya, gw terlalu menutup diri gw dikala itu, gw terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman yang terkadang diluar sana tidak sejahat dan sekejam yang lo kira, asal lo bisa menempatkan posisi dan berusaha untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

sebuah quote dari salah satu akun twitter yang membuat gw sedikit percaya dengan sifat gw egois yang ingin membuat orang disekitar gw seneng.

 

pelajaran yang gw ambil adalah Jangan terlalu takut untuk keluar dari comfort zone selama kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda dunia luar pun akan terasa bagaikan comfort zone 🙂

Hubungan Jarak Jauh.

selamat dini hari dan kembali lagi si Ide keluar di malam hari yang dingin.

sedikit ingin men-sharing tentang sudut pandang gue dengan ‘Long Distance Relationship‘ atau Hubungan Jarak Jauh.

sebenernya tulisan ini terinspirasi dari seorang cewe yang berada di luar negeri which is philippine dan untuk saat ini, orang yang bernama Annisa itu merupakan pacar gue.

gue ga akan ceritain detail kenapa koq tiba-tiba dia bisa berada di negara seberang sana. TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kah?TKW (Tenaga Kerja Wanita) kah? Kuliah? Sekolah? Travelling?. ga akan penting-penting banget dia sedang apa dan bagaimana bisa sampai sana karena ya gue bukan mau menceritakan gimana dia kesana tapi gue mau sharing tentang kisah dan pelajaran yang dapat gue ambil dari hubungan gue dengan Annisa, LDR!. kalo ada yang menyangka ini LDR yang gue maksud ‘Long Dick Reduction’ itu SALAH BESAR!.

oke, fokus.

berhubungan dengan orang yang kita sayang merupakan sesuatu yang tak harus tapi merupakan kebutuhan. disaat tertentu pasti kita mau tau tentang kabar si doi, apa yang sedang dia lakukan, apakah dia baik-baik saja. yap, itu yang gue rasakan. masalah utama disini adalah ‘apakah gue dapat mengetahui hal-hal yang gue sebutkan secara langsung dan instant?’. TIDAK!
kalo lo hanya berbeda kota atau bahkan berbeda pulau tapi masih dalam 1 negara tercinta, yakni Indonesia, lo masih bisa dengan mudah menghubunginya walaupun jika lo terpisah dengan si doi dan dia berada di tempat yang susah sinyal. seburuk-buruknya lo masih bisa menyusul dengan budget yang masih dibatas wajar. sedangkan, kalo si doi berada dibelahan dunia lain atau dalam artian berbeda negara, apakah mudah untuk menghubunginya?kalo pun terjadi sesuatu apakah dengan mudah lo menyambangi si doi?.

ini yang sedang gue alami. gue terpisah benua dan lautan dengan pacar gue. gue dan dia sama-sama saling khawatir dengan keadaan kita masing-masing. masa dimana ketidaknyamanan akan adanya ‘orang lain’ yang mendekati atau mengambil hati pacar gue, ada, walopun dihati yang paling dalam. bahkan untuk saat ini, pepatah yang menyebutkan ‘akan kuarungi samudra untuk menemukan cintaku’ bisa gue bilang hal yang bulsh*t!. bingung, khawatir, takut. ya itu yang gue rasakan. berusaha memendam agar terlihat lebih tegar. gagal.

secara random, timbul pemikiran yang aneh-aneh. untuk hal ada yang mengambil hati dia, gw berusaha yakin dan percaya kalo dia ga akan mengkhianati ‘janji’ dikala itu. hal yang lebih khawatirkan adalah disaat dia sakit ataupun terjadi sesuatu seperti, barang dia yang hilang, tidak menemukan sesuatu barang yang benar-benar dia butuhkan, dsb. ga akan ada yang bisa lo perbuat selain memberikan saran, saran, dan saran.

dibalik pemikiran itu, ternyata setelah gue tau, dia juga memikirkan gue. bertanya akan kabar gue setiap harinya dan jika gue sedikit ‘salah’ dalam menceritakan keseharian gue disini, dia bisa menjadi sangat ngambek. dia pernah bilang merasa ga nyaman dengan keberadaan gue yang jauh dari dia. dia merasa sama dengan apa yang gue rasakan ‘apakah hati gue (Annisa) akan terus dijaga oleh Aldi (gue) tanpa mengkhianatinya?’. belum lagi hingga saat ini, gue belum pernah mendengar suara dia berbicara langsung, voice call, sama gue. rasa kangen yang berlebihan pun terjadi. kalo aja jarak bandung – philippine sedekat Dayeuh Kolot – Geger Karlong, mungkin bisa gue samper dia setiap harinya, tapi ini engga. jauh dan butuh biaya yang ga murah.

sudah 2 minggu lebih menjalani hubungan Jarak Jauh ini dan gue sama dia mempunyai keyakinan ‘kalo bisa melewati hal ini hingga 4 minggu ke depan, kita yakin pasti akan ada sesuatu yang membuat kita saling menghargai, menyayangi dan tidak ada lagi rasa tidak percaya satu sama lainnya’.

ketika ada seorang yang hanya menjalin hubungan Jakarta – Bandung ataupun Jakarta – Bali. selama masih dalam satu negara, tidaklah susah untuk bertegur sapa apalagi dengan adanya teknologi bernama handphone. jika kangen pun akan dengan sangat mudah menyambangi. dan tidak perlu biaya mahal. tapi, gue, seperti yang gue bilang, gue belum denger suara dia (Annisa) bahkan untuk bertukar surat aja udah gue kirimin 20 merpati pos disana tapi ga ada satupun yang balik lagi ke gue. mungkin mereka udah menjadi merpati panggang oleh para bajak laut di samudra sana.

tapi,menurut gue ga akan ngaruh juga sih sebenernya kalo lo cuma baca tulisan ini. bahkan lo bisa dengan mudahnya berpikir ‘manja banget sih si Aldi ini, baru ditinggal di philippine selama 6 minggu aja, galau’. tapi silahkan kalian rasakan sendiri sensasinya, kalo lo bisa bertahan selama 2 minggu saja tanpa galau gue acungin 4 jempol, sama jempol kaki gue. 😀

bagi gue saat ini pun, kata atau kalimat Long Distance Relationship itu menjadi punya syarat tersendiri. tidak hanya Jakarta – Bandung yang hanya berjarak kurang lebih 200 kilometer yang saat ini bisa ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi roda 4. ataupun Jakarta –  Kalimantan yang bisa ditempuh kurang lebih 3-4 jam perjalanan menggunakan pesawat dan dengan biaya yang relatif murah*. menurut gue, setelah menjalani hubungan Jauh, Bandung – Philippine ini baru yang bisa disebut hubungan jauh. hubungan yang terpisah oleh benua dan samudra akan tetapi kalian sanggup bertahan dalam jangka waktu satu setengah bulan tanpa berakhir dengan putusnya hubungan lo dengan si pacar. 🙂

keterangan * : dengan harga tiket promo.

first meeting.

udah beberapa malem, gue selalu mengakhiri hari indah dengan menulis di blog. mungkin terlalu banyak ide yang ‘Pop Up’ di malam hari sehingga membuat gue terinspirasi untuk menulis sesuatu.

terlalu eksklusif dengan judul berbahasa inggris, apalagi dengan kata kedua yakni meeting . bagi sebagian orang atau orang pada umumnya kata ini dapat diartikan sebagai pertemuan formal menggunakan pakaian formal dan membicarakan hal formal atau serius. tapi untuk konteks kali ini gue akan sedikit bercerita tentang pertamanya kalinya gue bertemu, ups, bukan ketemu lebih tepatnya berkencan di malam minggu yang cukup cerah dikala itu dengan seseorang yang bernama Annisa.

nama yang cukup bahkan sangat bagus bagi seorang perempuan.

dikala itu, memang sedang malam minggu. nothing to do and just wanna lay in my bed. hari semakin malam dan perut gue udah mulai kurang bersahabat. laper. memikirkan ingin memakan makanan yang berbeda dikarenakan udah 7 kali lebaran gue hanya memakan makanan ibu kosan. terkadang kita harus adil sama perut, jangan hati terus yang dikasih asupan enak tapi juga perut.

gue agak sedikit lupa dia, Annisa, sedang apa dikala itu yang jelas gue langsung bbm dan bilang “temenin makan yuk Nis” dan respon dia dikala itu “ayoo,mau makan dimana Al?”. untuk menjawab hal itu gue berpikir hingga setengah jam. bukan karena gue bingung mau makan biasa atau candle light dinner. atau semacam memikirkan tempat yang bagus untuk berkencan. gue lebih berpikir ‘makan dimana yang bisa membuat perut gue puas tapi tidak membuat dompet gue merana’. basicly, karena gue orangnya juga yang berpikir untuk lebih jalan aja dulu, tempat makan belakangan akhirnya gue memutuskan untuk pergi. ekspektasi gue pada saat mau ke rumah dia ‘malam minggu dan jam 9 malam, MACET!’. dengan kemampuan analisa gue yang kayak plankton (salah satu karakter di kartun Spongebob) lagi mencari tau bahan untuk membuat krabby patty, gue mengira akan sampai di rumah dia, Annisa, jam 10an. 1 jam lebih karena macet tentunya. tapi yang terjadi dikala itu, jalanan dari kosan gue hingga rumah dia seperti akan ada RI 1 yang ingin lewat,Sepi!. heran, aneh, itu yang ada dipikiran gue padahal hari itu adalah Malam Minggu.

setelah perjalanan panjang yang hanya memakan waktu 20 menit, akhirnya gue tiba di rumahnya. “Cepet banget Al..mau makan dimana emang kamu?” respon ketika gue nyampe. kembali gue dibingungkan dan digalaukan dengan isi dompet gue. berpikir dan memutuskan untuk ke Paris Van Java.

entah tetiba berpikir untuk mencoba melihat keramean Blitzmegaplex. seperti bukan malam minggu dikala itu, suasananya sungguh sepi dan orang yang menonton film juga hanya sedikit. aneh. semacam terlintas pemikiran ‘ini malam minggu kan?’. membeli 2 tiket MIB (Men In Black) III, film yang dikala itu lagi hot dibicarakan, gue bersama dia memutuskan untuk makan KFC terlebih dahulu. karena kembali lagi, tujuan gue hanya untuk minta ditemani makan bukan untuk menonton film berdua.

pengalaman pertama, pergi berdua sama Annisa bukan karena alasan ingin menjemput ataupun bertemu karena masalah ‘pekerjaan’.

cukup santai sembari mengobrol menceritakan hal hal konyol yang telah dilalui selama hari itu. tapi karena terlalu menikmati ke-berdua-an, gue sama dia lupa kalo ternyata udah mesen 2 tiket nonton. secara terburu-buru berlari menuju bioskop berharap tidak tertinggal cerita film.

sedikit mereview, ternyata film MIB III cukup berbeda dengan MIB sebelumnya. cerita yang diangkat lucu, aneh, menjijikkan, dan yang membuat beda adalah kekeluargaan dan kasih sayang. cukup membuat terharu dengan kisahnya. sayang ketika gue ingin menitikkan air mata, filmnya udah keburu abis dan gue udah keburu diusir sama mas mas penjaga bioskop.

hari itu, malam minggu pertama gue sama dia, Annisa. It’s So Amazing!. kalo kata dia “semacam diberi jalan dan kelancaran untuk malam minggu kita pertama ya yang :)”. itupun yang gw rasakan. sejak taun berapa jl. Setiabudhi, Bandung, pada malam minggu bisa sangat lancar dan sepi oleh kendaraan Jakarta.

dan dari situlah berawal semua kisah amazing  gue untuk malam-malam (minggu) berikutnya 🙂

*to be continued….*

Who Am I?

lagi-lagi gue menulis di in the middle of night yang kalo sebutan orang sih tengah malem.

kalo lo liat judul post ini, pasti akan banyak yang mikir “sok sok-an Spiderman lo!muka lo aja mirip jambannya Tobey Maguire”. emang dari hati gue yang paling dalem, gue agak males mengakui kalo gue emang mirip jambannya Tobey Maguire sih. kasian, banyak orang yang sirik nanti.

okey,back to topic. sebenernya di post ini gue mau nulis sesuatu tentang siapa diri gue. mungkin rata-rata udah pada liat about me, tapi gue masih ga yakin dengan itu adalah diri gue. jadi untuk disini gue coba membuka dengan para pembaca gue mengenai diri gue. (gue ga yakin, blog gue ini ada pembaca tetapnya sih) 😐

gue, Aldi. gue itu anaknya pendiem dan pemalu, basicly. first impression orang mengenai diri gue, gue itu nyebelin, jutek, mukanya pengen ditaro dijambannya Tobey Maguire. entah berasal darimana sifat pemalu dan pendiem gue. kalo kenal orang pertama kali, gue biasanya lebih banyak diemnya dibanding bacotnya. actually, gue suka banget sama kartun, khayalan, imajinasi. dulu, 10 years ago, gue tuh suka berusaha berimajinasi kalo tamiya gue bisa muter-muter kayak difilm kartun tamiya jaman dulu. tamiya gue bisa dikendalikan menggunakan infra red. setelah gue sadar ternyata ga bisa gue lakuin, karena itu hanyalah kartun. karena suka kartun, gue jadi suka hal hal yang berbau kartun alias gambar. selain menggambar 2 gunung dengan ada matahari ditengahnya, gue dulu suka banget gambar tokoh tokoh kartun dan dulu gue suka banget gambar digimon. sampe saat ini gue pun masih suka kartun dan mungkin itu yang membuat sifat gue lebih kekanak-kanakan. sifat penasaran akan sesuatu sampe gue merasakan bahwa itu berbahaya. itulah sifat gue, tidak peduli orang bilang apa, kalo gue udah penasaran akan gue lakuin walaupun gue ga tau hal itu akan berakibat apa dengan diri gue. sifat lain gue, gue itu ga suka berantem atau bertengkar. berantem yang gue maksud disini berantem fisik. entah, kalo anak muda jaman sekarang sih, kalo bisa nabok orang, gentle. tapi menurut gue itu biasa aja ah. emang kalo mau terlihat pria harus bertengkar? malah terlihat kekanak-kanakan menurut gue. sifat aneh yang banyak orang bilang aneh, gue ga suka permen, kecuali permen milkita. ga enak rasanya permen tuh, hueks. bingung, kenapa ya ada orang yang menciptakan permen?. oiya, tambahan, karena gue ga suka bertengkar, gue jadi males dah tuh memperebutkan sesuatu yang emang tidak layak untuk diperebutkan. bukannya tidak mempertahankan apa yang sudah dipunya, tapi kalo yang mau dipertahankan tidak mau untuk ditahan kenapa harus kita pertahanin, masih banyak ikan dilaut sob!tapi lain cerita kalo emang hal tersebut pantas dipertahankan gue akan pertahanin gimanapun caranya, bahkan hal yang menurut orang itu ga baik bisa gue lakuin demi mempertahankan sesuatu yang emang sangat layak untuk dipertahankan. sekalipun itu keluarga sendiri yang ingin mengambil, kalo emang sesuatu itu milik gue dan sangat layak untuk gue pertahankan ya gue akan pertahankan hal itu. last but not least, sebenernya kalo udah kenal sih, ya gue orangnya (sok) asik dan (masih) nyebelin tapi dalam sudut pandang yang berbeda.

terjawab sudah, sebenernya kenapa judul tulisan gue “Who Am I?” ya karena gue mau nulis tentang diri gue. bukan dimana gue lahir ataupun siapa pacar gue saat ini tapi lebih ingin mengenalkan sifat asli gue. cukup panjang juga ya, tapi ya itulah gue. walaupun untuk tingkat ke-shahih-an nya masih bisa dipertanyakan. sebuah tulisan dapat menipu berjuta orang, jadi mungkin sebenernya ya lo ga tau sifat asli gue kalo belum ketemu gue.

mungkin kalo mau ketemu gue bisa menghubungi no dibawah ini :

+628***************

p.s :  kalo sampe nomornya berubah jadi ada tanda * berarti pacar gue ngedit tulisan ini ya.khususnya pada bagian nomor handphone gue.

Error.

kalo diibaratkan dengan sebuah aplikasi ataupun bahasa pemrograman, mungkin situasi gue saat ini udah ‘Error’. entah berawal darimana dan mengapa bisa menjadi seperti ini. otak gue seakan terperintah tanpa disuruh, semua bergerak diluar kesadaran gue yang membuat gue bisa menyesal banget sesaat setelah gue melakukan tindakan diluar kesadaran gue.

semuanya berawal ketika gue ingin balik ke Jakarta untuk melepas penat. sehari setelah mengumpulkan sesuatu-yang-wajib-dikumpulkan, gue memiliki rencana untuk pulang ke kampung gue, Pamulang. alibi terkuat gue saat itu adalah meminta doa restu dari kedua orang tua gue supaya segala urusan perkuliahan anakanya dilancarkan oleh Yang Maha Kuasa.

ketika pulang, entah apa yang ada dipikiran gue saat itu, gue lupa dengan adanya hari penting dibeberapa hari ke depan yang menyebabkan gue juga lupa ada sesuatu yang sangat penting yang harusnya gue baca pada tanggal-tanggal tertentu.

sampai di rumah manis. dari situ ada yang aneh dengan diri gue. mulai dari kaki gue menyentuh tanah Jakarta, untuk makan siang dan malam tidak cukup hanya satu porsi Nasi beserta lauk pauknya tapi harus 2 porsi. aneh menurut gue. kalo ada yang udah pernah liat badan gue mungkin lo ga akan menyangka kalo makan gue setara dengan kuli bangunan abis ngangkat semen 4 sak sekaligus dan belum makan selama 2 hari.

keanehan gue berlanjut ketika tepat tanggal 6 Juli 2012. dimana hari itu adalah hari gue membuka secarik kertas bertuliskan “four”. tapi yang terjadi adalah gue lupa bawa surat itu. walaupun komunikasi gue sama pacar gue lancar, ya tapi berkat pake Blackberr* Messenger yang aktif. tanpa adanya BBM yang aktif, ‘sesuatu’ di hari itu akan terlewat saja seperti angin yang keluar dari lubang pantat. tidak akan pernah kembali.

seperti programmer meninggalkan aplikasinya. tidak akan pernah berhenti untuk looping kalo ga ada yang break algoritmanya. hal serupa juga terjadi pada diri gue dimana tingkah aneh gue berlanjut.

baru aja terjadi beberapa jam sebelum gue menulis blog ini. disaat gue emang lagi kangen-kangennya sama pacar gue. tapi kangen gue itu layaknya kentut, kalo dikeluarin membuat heboh kalo ditahan-tahan ya jadi penyakit. mungkin penahanan pengungkapan rasa kangen ini yang buat gue bertingkah aneh. disaat gue ingin menyebut Philippine kepada pacar gue yang tertulis di text field blackberr* gue adalah Thailand. seperti hujan tanpa air, langsung aja pacar gue merespon “koq Thailand?kamu selingkuh sama siapa?”. detik itu juga rasanya gue ingin menghirup bau kentut gue. karena udah ratusan semut yang jadi korban kentut gue.

pusing, bingung, galau. disaat pacar gue juga lagi stres dengan masalahnya, gue menambahkan masalah yang membuat seakan gue selingkuh. tanpa berpikir panjang, berbagai cara gue lakukan buat meyakini pacar gue. Skype (voice call), bbm (voice note), dan permohonan maaf secara tertulis di Skype ataupun bbm. sungguh tindakan paling bodoh dan aneh selama gue kenal dan pacaran dengan pacar gue, Annisa.

dia bilang “I’m fine” tapi hal itu ga akan berefek ya karena gue tau banget sifat dan tingkah serta kondisi mood dia saat tadi. sampe detik ini saat gue nulis gue cuma berharap dia bener-bener percaya apa yang gue omongin ke dia. gue ga mau dia jadi misuh-pusing-galau-rungsing disana. hal hal tersebut bisa membuat dia jadi drop kondisi kesehatannya. karena gue sayang dia, gue gamau membuat dia nangis ataupun sedih disana. (padahal tindakan aneh gue udah buat pacar gue sedih bahkan nangis,mungkin).

tapi dari semua ini gue dapet banyak pelajaran hidup yang bisa gue petik dan gue ambil hikmahnya. semoga setelah kejadian tadi dan setelah kembalinya pacar gue dari Philippine, hubungan gue sama dia makin baik karena berhasil melewati masa paling suram dalam hubungan “Long Distance Relationship” 🙂